Minggu, 25 Februari 2018

Rendah Hati

     Rendah hati adalah sikap terdamai yang memiliki makna luar biasa. Orang yang bersikap rendah hati, mampu mengakui segala kekurangannya dan mengakui bahwa ia memerlukan orang lain untuk membantunya. Banyak yang mempunyai persepsi bahwa sikap Rendah hati adalah salah satu unsur sikap dewasa. 
     Rendah hati bukan berarti menutupi kelebihanmu, tapi cukup dewasa untuk mengakui kekuranganmu.  Namun, kebanyakan orang menganggap bahwa mengakui kekurangan hanyalah sikap mendramatisir keadaan. Mereka beranggapan pula bahwa lebih baik diam dan menjaga diri dari 'terlihat kurang' daripada meminta bantuan. Ini adalah sikap tersombong yang perlu dihilangkan. 
     Pernah suatu ketika dalam tayangan televisi di stasiun televisi swasta dalam acara dakwah keagamaan, dijelaskan disana bahwa orang yang berperilaku sombong adalah sahabat syetan. Disini, bahwa kita bisa menarik kesimpulan untuk berpeilaku rendah hati sangatlah penting.
    Banyak Contoh dikalangan remaja sekarang, sikap rendah hati mulai terkikis waktu demi waktu, tanpa berfikir panjang mereka (para remaja) tidak mau bahkan sulit untuk megakui kekurangan yang ada didalam diri mereka sendiri, yang akhirnya sering mengakibatkan kerusuhan dimana - dimana. Mirisnya lagi, Mereka bangga telah melakukan ke-onaran dimana-dimana. 
     Bisa kita lihat, kita simak, didalam tayangan berita di televisi, sikap rendah hati sudah tertiup angin dikalangan para elite politik, para kalangan borjuis, dan para kalangan intelektual. perdebatan yang sering mereka pertontonkan menunjukkan sikap hilangnya sikap kerendahan hati. Keadaan seperti inilah yang mencemaskan pada kemajuan bangsa dan negara. Kerendahan hati haruslah ada pada diri setiap masing-masing individu, tidak terkrcuali. entah itu elite politik, ataupun masyarakat biasa.Pemupukan sikap kerendahan hati sejak dini perlu dilakukan, bisa melalui keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat .





BERSYUKURLAH AGAR ENGKAU BAHAGIA, JANGAN MENUNGGU BAHAGIA UNTUK BERSYUKUR ;) 

Rabu, 21 Februari 2018

Manaqib Syeh Abdul Qodir Al - Jailani (1)


     Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dilahirkan di Jilan, sebuah distrik tersendiri yang terletak diujung negeri kuno Thobaristan(sebelah baratnya) yaitu, pada tahun 471 H atau 1078 M.

     Saat Masih bayi, ia menghindari untuk menyusu pada waktu siang di bulan Ramadhan. karena mendapat inayah (penjagaan) dari Allah SWT.
     Dan ketika ia tumuh besar di usia remaja, ia mulai berkelan untuk menuntut ilmu. yakni, belajar pada guru-guru yang unggul derajatnya dan agung ilmunya. Dengan penuh keseriusan untuk menjalankan keutamaan-keutamaan amal. dengan kesemangatan dan ketangkasan yang melebihi kecepatan larinya urung kasuari. Ia belajar ilmu fiqh pada Syaikh Abi al Wafa 'Ali ibn 'Aqil (431-513 H/1023-1115 M). dan Abi al-Khottob al-Kalwadzani Mahfuz ibn Ahmad al-jalil ( 432 - 510 H/ 1034 -1112 M ). Salah satu ulama bermahdzab Hanbali dan tokohnya. Dikenal sebagai pakar hadist dan fiqh. Serta Husain Muhammad ibn Qadli Abi Ya'la dan para guru yang lain dari ulama - ulama yang ditempatkan pada kursi yang tinggi dalam keilmuannya. 
     Dan ia belajar ilmu adab pada Abi Zakariya Yahya ibn 'Ali at - Tibrizi ( 431-502 H). Ia banyak mendapatkan ilmu darinya. Sedangkan dalam ilmu thoriqoh, ia berguru pada al-'Arif bil -Lah Syaikh Abi al-Khoir Hammad ibn Muslim ad-Dabbas ( w.525 H/ 1127  M). Sedangkan yang mengenakan khirqah sufiyyah  adalah Qadli Abi Sa'id in al-Mubarak. 
     Dan ia pun menjalani kebiasaan-kebiasaan baik gurunya ini. Syaikh Abdul Qodir ra. senantiasa dalam pantauan penjagaan inayah robbani (dari Allah SWT). Dan terus naik pada tangga-tangga kesempurnaan dengan himmahnya; himmah yang mencegah sifat-sifat tercela. Mengolah diri dengan penuh keseriusan, selalu siap sedia untuk bersungguh-sungguh, menjauhi keinginan-keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan hajat serta keinginan untuk meminta bantuan orang lain. Sampai ia hidaup dalam waktu 25 tahun berkelana di gurun dan tempat-tempat sunyi di irak. Ia tidak mengenal manusia dan manusia tidak mengenalnya. Mereka memandangnya rendah dan mengabaikannya. Dipermulaan perjalanan suluk, ia mengalami penderitaan oleh cacian, godaan dan segala macam kekhawatiran. Dan tidak ada setiapujian kecuali beliau lulus menundukannya. Dan selama ia berkelana ini, ia selalu menempat di tempat sunyi dan kosong.
     Yang ia pakai adalah jubah bulu yang biasa dikenakan oleh para sufi, sedang seutas kain menutup bagian kepalanya, berjalan tanpa terompah menyusuri jalanan berduri dan jalanan terjal sebab ia tidak menemukan terompah yang ia gunakan.
      Yang menjadi makanannya adalah buah pepohonan, sayur - sayuran yang sudah dibuang, serta rerumputan yang tumbuh disekitar sungai. tidak tidur dan tidak minum air kecuali sedikit. Pernah suatu kali, ia tidak menemukan makanan sama sekali, lalu ia bertemu seseorang. Orang itu memberinya sekantong uang dirham karena menaruh hormat dan memuliakannya. Lalu ia mengambil sebagian untuk membeli roti samid  ( dari tepung putih) dan jenis khobis (campuran kurma dan samin). Lalu ia duduk menikmati, tia-tiba ia menemukan secarik kertas. Tertulis dikertas itu; sungguh aku jadikan syahwat untuk hamba-hambaku yang lemah, untuk dengannya ia buat sebagai lantaran menjalankan tho'at. Sedangkan orang yang kuat, tidak ada padanya syahwat. Spontan ia letakkan kembali makanannya, lalu ia mengambil sapu tangan, meninggalkan makanan lalu menghadap ke kiblat untuk menjalankan sholat dua kali, lalu beranjak pergi. dan ia diberi kefahaman, bahwa ia masih dijaga oleh Allah SWT, dan mendapat pertolongan dari-Nya.

                                الللهمّّ انشر نفحات الرِّضوان عليه * وامدّّنا بالاسرار الّّتي اودعتها لديه

pustaka: AL-LUJAIN AD-DANI
.........(bersambung)